Angkutan Umum
Sejatinya banyak pelajaran yang bisa kamu dapatkan ketika naik angkutan umum.
.
Semenjak hidup nomaden (berpindah-pindah kota), angkutan umum seolah menjadi sahabat yang paling setia. Pergi kemanapun, kapanpun dan dengan siapapun, angkutan umum sering menjadi pilihan moda transportasi yang murah meriah. Selain itu, terjadi proses transfer ilmu yang tidak disengaja hanya dengan mengamati dan sesekali mengajak bicara.
.
"Ya kerja gini aja ya mayan lah, bisa buat jajan sama bisa ngasih ke istri" terdengar sayup-sayup percakapan antara supir angkot dan tukang parkir. "Kadang jadi tukang parkir, kadang jadi kenek, pokoknya apapun lah aku kerjain yang penting dapur bisa ngebul"
Betapa beruntungnya istri beliau, ia mempunyai suami yang semangat bekerja meskipun dalam keterbatasan. .
Angkutan umum pun mengajarkanku, ada banyak pekerjaan yang tak pernah terpintas dibenakku ketika ditanya "ingin jadi apa?". Kadang ku melihat seorang wanita tua dengan bakul isi daganannya. Kadang aku melihat pria paruh baya dengan alat musiknya. Betapa repotnya ibu rumah tangga yang mengantarkan anaknya.
.
Angkutan umum pun mengajarkanku, bersyukur diatas keterbatasan. Kadang aku merasa malu pada diri sendiri, bagaimana mungkin mereka bisa bersyukur diatas keterbatasan sedangkan aku masih mengeluhkan semuanya. Bersyukurlah, kalian lebih baik dari dirimu dahulu.
.
Angkutan umum pun mengajarkanku untuk selalu bersemangat menghadapi hidup. Mereka tak pernah tau rejeki apa yang Allah kirimkan padanya hari ini, tak seperti kita yang sudah jelas berapa yang akan dapatkan dalam sebulan. Namun masalah semangat mengais rezeki, kamu kalah mba. Lagi-lagi aku harus banyak belajar.
.
Gombong, 2 April 2020.

Komentar
Posting Komentar