Review buku "Siapa yang Datang ke Pemakamanku saat aku mati?"
Buku ini sudah masuk keranjang belanjaku sejak awal tahun 2021, tertarik membaca buku ini karena judulnya yang sedikit ‘dark’ namun mampu merangsang otakku untuk berfikir tentangsebuah kematian. Tentang siapa saja yang besok akan datang ke pemakamanku? Akankah ada orang yang menangisi kepergianku (selain keluarga dan teman dekatku)? Bagaimana aku menjalani hidup? Apakah aku hidup menjadi orang baik sehingga banyak orang yang menghadiri pemakamanku atau sebaliknya?
Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati? satu pertanyaan sederhana yang membuat Kim Sang hyun berfikir
tentang hidup dan segala persoalannya. Buku ini merupakan sebuah buku self improvement yang
mengajak pembaca untuk merenungi dan memaknai hidupnya.
Buku ini adalah catatan kecil
sang penulis yang berusaha untuk hidup sedikit lebih baik, sedikit lebih
bahagia, sedikit lebih sejahtera. Ditulis dengan gaya bahasa yang tenang dan
jujur, Kim Sang-hyun mencoba menyampaikan kehangatan, memberikan penghiburan,
dan menumbuhkan kekuatan bagi pembaca untuk menjalani hidup, meraih mimpi, juga
mengatasi kekecewaan dan berbagai perkara hidup sehari-hari.
Judul
: Siapa yang
Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?
Penulis
: Kim Sang-hyun
Penerjemah :
Dewi Ayu Ambar Rani
Penerbit
: Penerbit Haru
Tahun Terbit : Cetakan keempat, Mei 2021
Jumlah halaman : 168 hlm; 19 cm
ISBN
: 978-623-7351-54-2
Ekspektasiku tentang buku ini yang begitu dark, namun seketika dihancurkan ketika membaca mulai dari lembar pertama. Gaya bahasa yang digunakan penulis begitu menenangkan dan hangat, mampu mengaduk-aduk perasaan meskipun tak mampu membuatku menangis.
Buku ini menurutku tak terlalu cocok jika dilabeli dengan "self improvement", karena menurutku ia tak membahas suatu teori secara spesifik. kamu ga akan mendapatkan insight baru karena sebagian besar bukunya hanya menceritakan pengalaman dari penulis dan orang-orang terdekatnya tenang kehidupan mereka.
Buku ini terdiri dari beberapa bab dan subab, dengan bahasa yang sangat mudah dipahami karena gaya bahasa yang digunakan oleh penulis seperti seseorang yang sedang bercerita kepada temannya.
namun menurutku buku ini masih layak untuk masuk dalam kategori buku favoritku. Karena banyak kata-kata manis yang begitu menenangkan. Beberapa bagian yang menjadi favorit saya pada buku ini :
"Jangan khawatir, belum ada masalah yang terjadi. Meskipun ada masalah, maslah itu bisa kamu selesaikan dengan kekuatanmu sendiri. ku harap ada lebih banyak hal yang terjadi karena kamu yang membuatnya mungkin. Pada akhirnya kekhawatiranmu hari ini akan menghilang begitu hari esok tiba"
halaman 78
"satu-satunya cara agar orang sepertiku ini tidak kecewa adalah dengan berfikir bahwa, tidak ada seorang pun didunia ini yang baik-baik saja."
halaman 144
sekiaan.

Komentar
Posting Komentar