Kenangan
Kau tau rasanya daging sapi tanpa makan daging sapi? Itulah rasanya ketika aku duduk disampingmu tapi tak bisa memilikimu. Hanya bisa membayangkan betapa nyamanya menghuni hatimu.
Aku tak pernah menyangka, akhirnya kamu menyapaku juga. Ini pertama kalinya sejak kita sering bertukar cerita di media sosial.
Mungkin pertemuan pertama kita sedikit canggung. Beberapa kali kita terbenam dalam diam, bingung harus berkata apa. Seolah semua topik pembicaraan telah habis.
"Lah kamu ngerokok yaa?" Tanyanya
"Haha iyaa nih, kamu mau juga gaaa?" Jawabku bercanda. Bagaimana mungkin orang yang sangat membenci asap rokok berani untuk merasakan hal menjijikan itu.
"Enggak, aku ngerokok."
"Hah? Kok bisa? Kamu kan seniman, pasti banyak temen-temenmu yang ngerokok kan?"
"Yaaa, tapi aku nggak kuat"
"Wah wah" masih merasa tidak percaya.
"Bentar, dari tadi kamu notice aku seniman terus. Emang riana ngasih taunya apa?"
"Loh emang bukan seniman. Ah dah lah lupaun aja." Kataku mengakhiri pembicaraan."eh btw aku tanganya ga bisa diem. Jadi harus ada yang dipegang" kataku sembari menyobek kertas bungkus rokok itu.
"Iya gapapa"
Akhirnya kamu pulang.
*waw hari itu kita sama-sama memakai warna hitam.

Komentar
Posting Komentar