Ceritra Masalalu #eps1 #Perjalanan Waktu

Kisah cintaku pernah dimulai dengan sesuatu yang pahit namun manis dan diakhiri dengan sesuatu yang manis namun berasa pahit. Kisah cintaku dimulai dengan coklat yang sedikit pahit tapi terasa manis dan diakhiri dengan eskrim yang manis tapi terasa pahit. Hubungan yang baru seumur jagung, masih dalam fase yang sayang-sayangnya, oh maaf  ini hanya aku saja, dan semestinya dijaga. Siapa yang akan menyangka jika dibulan ke delapan, hubunganku dengannya harus berakhir. Bukan salahku, sungguh. Dan bukan salahnya juga, sayangnya ini adalah salah keadaan yang memaksa dia berfikir jika akan ada yang lebih baik untuk kita, ya masih kita, aku dan dia, dulu sebelum kejadian itu berhasil meloloskan pertahanan terakhir dimataku.
Aku yakin jika dia membaca tulisan ini, dia pasti akan terkenang. Entahlah, ada dua kemungkinan, dia terkenang karena bahagia bisa lepas dengan benalu sepertiku. Atau menyesal karena telah melepaskan wanita yang sangat mecintainya? Hanya dia dan Tuhan yang tahu jawabannya.
***
Aku menulis kepingan kenangan dengannya dulu, diatas karpet merah, pojok kamar yang selalu menjadi tempat mencari inspirasi. Dentuman lagu waktu yang salah karangan musisi indie yang sedang hangat dibicarakan, Fiersa Besari menemani malamku dan secangkir kopi panas sachetan yang selalu menusuk hidungku tak pernah terlupakan. Aku mulai menulis perlahan tentang kisah lamaku denganmu yang mampu meratakan bangunan dalam hatiku.
Sulit memang membuka memori lama yang terjadi diantara aku dengannya, seseorang yang pernah mengajarkanku bahagia dan patah hati dalam waktu yang hampir bersamaan, hanya dalam hitungan bulan.
Sebelum hal ini semakin jauh, aku ingin meminta izin darimu, aku ingin mengabadikan kisah kita yang bahagia dan penuh luka, menjadi sebuah untaian manis yang enak untuk dibaca. Aku tahu dibelahan dunia sana, kamu akan bahagia menikmati lembar demi lembar curahan hatiku. karena kamu tahu jika benalu sepertiku bisa patah hati juga. Ku harap kamu dapat membalasnya dan berceritra bagaimana kisah kita menurut versimu. Aku tahu, sungguh tak adil jika hanya aku yang membuat kisah kita tanpa ada pembelaan darimu.

Ku mulai membuka jurnal lamaku, dan kisahku bermula…

Komentar

Postingan Populer