Cerita Masalalu #eps2 #Bolehkah disebut jatuh cinta pandang pertama?

Hidup pasti memiliki banyak fase kehidupan yang berbeda untuk setiap manusia. Fase inilah yang membuat manusia mempunyai keunikan masing-masing tentang bagaimana cara menikmati hidup. Termasuk aku. Fase hidupku terlalu arogan sebelum bertemu denganmu. Aku berada pada kasta yang mengerikan yang biasa kusebut antagonis.
Sebelum bertemu denganmu aku hanyalah gadis SMA yang masih ingin mencari jati diri. Mencari tambatan hati. Bosan dengan pria ini, menjalin dengan yang lain. Aku tak bisa dikatakan wanita baik-baik, hanya terlihat baik. Itu saja imageku sudah terlihart buruk.
***
Awal aku melihatmu, ketika kita berada pada universitas yang sama. Kau terlihat menarik perhatianku, jujur sejak awal kau telah merebut hatiku. Kau seperti oasis dipadang pasir. Kau menyejukan mata jika dipandang, menyejukan hati jika dirasakan. Kau mampu memporak-porandakan hatiku seperti badai cempaka yang memporak-porandakan yogyakarta.
Aku tak pernah mengenalmu, bahkan mengetahui sosokmu. Tapi dengan hanya melihatmu sepersekian detik, kau mampu mengaktifkan dopamin dalam otakku, hingga aku merasa terbang diatas awan lalu menyebrangi lautan luas. Kau mampu mengaktifkan gejolak rasa yang lama tak pernah ku rasa. Kau bagaikan candu, karena aku sealalu saja ingin melihatmu. Meskipun  aku sedang berbincang dengan orang lain, masih saja mencuri pandangmu.
Apakah aku terkena sindrom jatuh cinta pada pandangan pertama? Yang akan aktif ketika melihat seseorang yang berwibawa, dan itu kamu. Lelaki berkulit sawo matang, berbadan tinggi, dan berparas rupawan. Ah, aku hanya bisa berangan, andai kamu menjadi miliku, betapa bahagianya aku.
Anganku tentangmu sekejap sirna, ketika aku melihat kamu bersama dengan seorang wanita. Yang jika dibandingkan dengan standar kecantikan indonesia masih jauh dibawah standar. Itulah kebiasaan wanita, suka membandingkan pasangan orang yang dia suka dengan standar kecantikan yang dibuatnya. Semacam aku menilai wanitanya.

Aku tak terlihat seperti hendak mematahkan besi atau menghancurkan karang ketika melihatmu dengannya. Aku tak melihat ada raut cemburu dari mukaku. Danhatiku tak merasa seperti hendak dihujam besi berkarat. Lalu ini perasaan apa? Hanya sebataas kagum atau memang jatuh cinta padanya? Jika ini cinta mengapa tak terasa sakit ketika melihatmu dengannya? Jika ini kagum mengapa aku ingin mengenalmu lebih dekat? Bantulah aku, berikan aku jawaban yang tepat.

Komentar

Postingan Populer