Belajar Berumah Tangga #alabuaya ( Belajar dari buku Melangkah Searah oleh Aji Nur Afifah)

Dalam menikah, kosakata yang dikenal tidak hanya 'manis' dan 'romantis', tapi juga 'adaptasi', 'kompromi', dan 'penerimaan'.

Seringkali kita hanya fokus pada kata bahagia setelah menikah, berharap semua permasalahan yang terjadi akan selesai setelah kita menikah. Pusing skripsi, cara penyelesaian terbaik adalah menikah. Pusing ditempat kerja, cara penyelesaian terbaik adalah menikah. Seolah jalan satu-satunya hanya menikah.

Padahal, kehidupan setelah menikah tak sebahagia apa yang dimunculkan di media sosial. Bergandeng tangan dengan pose-pose manis dan caption romantis.

Awal usia 20 an, saya juga mengalami sindrom yang sama, berharap semua masalah akan selesai dengan menikah. Setelah menjadi lebih realistis, semuanya seakan sirna. Menikah bagiku bukan hanya tentang "romantisme cinta" saja, melainkan pilihan yang sepaket dengan tanggung jawab. Menikah bukan hanya untuk memenuhi nafsu sex belaka, namun disertai dengan harga popok, harga kebutuhan pokok, rumah, kendaran, dsb.

Menikahlah dengan seseorang yang mau menikahi mimpi-mimpimu. Yang matanya berbinar ketika cintamu berbinar. Yang senyumnya ikut terkembang ketika asamu terkembang.

Pun sama halnya kalian yang tak kunjung menikah, karena takut setelah menikah mimpimu akan sirna. Setelah menikah kamu akan menjadi seseorang yang baru, yang harus siap mengubur mimpimu. Mimpi untuk menjadi wanita karir, mimpi untuk terus bersekolah, mimpi mempunyai panti asuhan. Teman, kalian tak akan pernah melepas mimpi kalian jika kalian mendapatkan seseorang yang tepat.

Semoga kita dipertemukan dengan seseorang yang tepat, di waktu yang tepat pula. Semoga seseorang itu, selain ia mampu mengawinimu, ia juga mampu mengawini mimpi-mimpimu.

Puncak dari kolaborasi bersama pasangan adalah ketika kita saling mendukung dan membantu dalam mencapai ridho Allah.

Memilih suami, sama artinya memilih parter untuk berkolaborasi dalam mencari ridho Allah SWT. Dalam hal ini, kita harus mempunyai visi misi diri yang jelas, sehingga kedepannya, ketika kita sudah siap untuk berkeluarga akan menjadi lebih jelas.

Bismillah, semoga kita selalu diberi hati yang lapang, dan tak lupa dipertemukan dengan seseorang yang baik, yang mampu mengubah hidupmu menjadi lebih baik lagi.

Salam dari buaya yang sedang ingin memantaskan diri (untuk menjadi seorang istri dan ibu).
❤❤❤

Komentar

Postingan Populer