Sebuah Keputusan Besar dalam Hidupku #Day1

Dear Diary,
Hari ini tak ada hal yang menarik untukku, hanya segelas kopi dan harapan baru untuk menjadi lebih baik yang menjadi temaku. Diusiaku yang segera menginjak 22 tahun, aku baru saja ingin memulai hobi baruku, aku tahu kamu akan berkata "telat ah, umur segini baru mau menulis" tapi bagiku tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.
.
Semerbak bau embun menyambut pagiku yang menyesakan, setelah semalam aku merasa kalut, karena ada seseorang yang berhasil merebut hatiku tetapi pergi tanpa tapi. Aku tahu dia baik, dia mencari wanita untuk menjadi pasangan hidupnya, dia ingin aku, tapi aku belum siap, dia pergi. selamat mencari lagi. Ku singkirkan selimut kuning winni the pooh ku, kubiarkan ia tak berada pada tempatnya. Aku langsung menuju kamar kecil yang kurasa cukup besar, maklum model rumah jaman dulu. Membongkar tempat penyimpanan air yang semalaman tak mengalir. Aku mengambil air wudhu, membasuh mukaku, berharap diberikan kecerahan, membasuh seluruh tubuhku, berharap disucikan.
.
Memasak, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan keluargaku dan bahkan untuk keluarga yang lain. Pagi ini rasanya berbeda dengan pagi biasanya, pagi ini aku hanya melihat mbah uti yang memasak didapur. hari ini ibu belum kembali dari rumah mbah di  cilacap. Aku membantu untuk menyincang cabai untuk menu masak hari ini. Hari ini menu masak adalah caberi (cabai teri), sayur bening, dan tempe goreng. Aku memulai makan pagiku, dengan manisnya gula singkong yang mbah buatkan untukku.
.
Aku melanjutkan pekerjaanku untuk mengantar pisang kepok yang tumbuh ditegal mbahku menuju pasar. Sepedamotor berwarna merah yang selalu menemani mamah jalan-jalan menuju miliku hari ini. Dia terlihat sangat perkasa dengan sayap kanan dan kirinya yang terbuat dari plastik. Aku letakan pisang kepok yang sudah hampir matang kesayap kanan dan kirinya. Ku ajak dia jalan-jalan menuju pasar, dan berharap semoga mendapat pemiik baru yang membutuhkannya.

Komentar

Postingan Populer