Perjalanan Melawan Badai, Menggapai Puncak Lawu via Candi Cetho.

Pertama kali naik gunung, langsung nyoba Lawu. Gila sih ini emang tapi, terbayar semuanya. Aku kasih tau viewnya. Sempah ini sih bagus banget.

Foto yang di take berempat, dari kiri Yose, Aden, Aku, Raka/Cimun.

Berawal dari ajakan salah satu teman bernama raka (yang baju hitam) akhirnya aku putuskan untuk kabur dari kehidupan semester akhir, Menyusun Skripsi. Kami berangkat dari kosan sekitar pukul 11 pagi, menempuh perjalanan sekitar 4 jam menggunakan sepeda motor. Aku bersama Raka (cimun) dan Yose bareng Aden. Kami melaju dari semarang menuju candi cetho sekitar 4 jam perjalanan, sampai disana pukul 15.00. Dalam perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan indah kota solo dan pemandangan kebun teh ketika sudah mau sampai. karena kita terlalu pagi untuk naik diatas, akhirnya kami memutuskan untuk sejenak beristirahat di pos penjagaan dan mengunjungi wissata Candi Ceho.

Gambar kami di Candi Ceto


Menurut Informasi dari wikipedia, Candi Ceto merupakan candi yang bercorak agama hindu dan diduga kuat peninggalan kerajaan Majapahit. Berada di ketinggian 1496 m di atas permukaan laut.Kompleks candi sering digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan, dan juga sering digunakan sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut Kepercayaan aseli Jawa (Kejawen).

Selepas puas berada di Candi Ceto,kami putuskan untuk mengambil air wudhu dan kemudian Sholat Magrib. Setelah semuanya selesai sholat kami putuskan untuk mulai mendaki. Di awal pendakian saya merasa takut, karena banyak anjing di sekitar jalan. Tipsnya jangan mancing yang enggak-enggak :D haha jangan peduliin dia, liat jalan aja ya geengss. Oh iya lupa uang retribusi pendakian hanya sekitar 15.000.

Hari semakin larut, kami tetap berjalan hingga menemukan pos 1. Ditengah perjalanan kami bertemu dengan beberapa orang yang turun dari puncak. Perjalanan lewat Candi Cheto menurutku cukup berat untuk aku yang baru pemula. 

 Pos 1 (gambar di ambil ketika siang hari)
Pos 2. Tempat kita menginap.


pos 4.

Sabana
Perjalanan Via candi cetho akan disuguhkan pemandangan Sabana yang sangat indah.




               



PUNCAK





 Makanan Terenak di Puncak gunung, nasi dan telornya seperti keluar dari kulkas. Brr dingiin :)




Tak ada kebahagiaan selain mencapai puncak dari suatu gunung. Hakikatnya mendaki bukan tentang seberapa cepat kamu sampai, tapi seberapa kamu bersyukur akan kuasa Tuhan. Aku pun pernah merasa bangga dan ingin berkata pada dunia *Hey gengs, aku bisa loh sampai puncak". Sekarang aku merasa bersalah :'(
"Bukan seberapa hebat kamu bisa mencapai puncak, tapi seberapa hebat Allah menciptakan Alam semesta"
Jadikanlah pengalamanmu sebagai pengingatmu agar lebih mendekat ke Allah SWT bukan membuat kita menjadi jauh dari Allah.

Komentar

Postingan Populer