#dearayadiary Masih Tentang Bakul Ikan

Semua hari-hariku terisi oleh si bakul ikan, aku ingin menceritakan bagaimana perlakuannya padaku yang mampu membuatku semakin ingin bersamanya. Seperti yang aku ceritakan kemarin, dia berbeda. Hanya itu. Aku pernah tak berkabar dengannya selama dua hari, selama itu memang tak ada komunikasi yang terjadi. Dia pun sedang tak menggunakan ponselnya, hal tersebut karena memang peraturan dari kegiatan yang sedang dia laksanakan. Hari pertama ketika bakul ikan dikegiatannya, kakak sepupu yang usianya jauh lebih muda dari dia menelponku. Iseng aku tanya tetang dia, ya memang sedang dalam kegiatan. Malam hari kedua dia membalas pesanku. "maaf aku baru buka hape, hapenya dikumpulin. kayaknya aktif sampe besok siang. ada apa?" "ga ada apa2, mau cerita aja" "oh ya udah nanti telp ya, aku mau ke solo dulu." "iya hati-hati dijaln ya". dia pun menghilang kembali. dan aku meneruskan kegiatanku. Ia menghubungiku sekitar pukul 19.30, artinya dia akan menghubungiku pukul 21.30, perjalanan dari jogja kesolo hanya sekitar 2 jam. aku menunggu telp darinya sembari aku duduk ditengah anak-anak yang sedang belajar. Aku kembali kekamar, tak lama setelah itu aku mendengar notif darimu yang mengabarkan bahwa kamu sudah sampai solo, aku kaget, tak sampai 2 jam kamu sudah sampai. "aku udah sampe disolo, ini lagi diangkringan deket rumah, laper aku." "iya, ih cepet banget" "iya soalnya aku kepikiran""kepikiran apaan?" "UTS" "oh, kalo udah sampe rumah kabarin ya". Dia menghilang lagi, sudah terlalu sering dia menghilang. tak lama kemudian telepon berdering. Kamu tahu betapa senangnya aku. "halo" "halo asalamu'alaikum" jawabku."kemarin ngapain aja" "banyak, intinya kita diajarin untuk jadi relawan" "oh" " malam ini rencananya maungecamp tapi aku besok ada UTS" "ih asyik dong ngecamp" "iya tapi aku ga ikut" "terus?" "eh dengeri dulu, jadi gini, aku kan tadi cepet2 kesininya dan aku ga bawa carger dan hape aku batrenya tinggal 50%, jadi telponnya udah dlu ya" "oh Iya" *TUTTUT
Ah sebenernya aku ingin marah, tapi tak bisa marah. Bagaimana tidak, aku menunggu balasannya 2 hari, terus menunggu dia 2 jam untuk perjalanan, dan kami hanya berbicara 4 menit. menanyakan kabar pun belum :')
Tapi aku senang meskipun kesal, mungkin karena sebelumnya aku tak pernah diperlakukan seperti ini atau memang tipeku adalah lelaki seperti ini. Lelaki yang tak bisa ditebak. Aku selalu berdoa yang terbaik untukku dan yang terbaik untukmu. jika aku dan kamu adalah yang terbaik. kamu pasti akan memeluku. Salam kangen dari aku, untukmu. bakul ikan :)

Komentar

Postingan Populer