Kamu yang memulai

Kamu yang dulu memilih untuk pergi ketika aku masih kekeh mempertahankanmu, kamu yang dulu memilih "Tahta" dari pada aku. Terimakasih.

Dulu ketika aku kekeh mempertahankanmu, apa yang kamu lakukan? sama-sama bertahan? atau melepas apa yang aku perjuangkan? ya kamu melepasnya, karena alasan yang menurutk tidak masuk akal. kamu melepasnya karena aku kamu anggap sebagai duri yang menancap di kulitmu.

Dulu ketika kita berpisah, apa yang kamu lakukan padaku? menyakitiku lagi lagi dan lagi. ketika aku dulu tak ada teman untuk kembali kekost. apa kamu memilih mengantarku pulang? ya kamu lebih memilih dia. Kamu tau berapa lamaaku menangis karena masalah itu? bayangkan dia yang bukan siapa-siapa kamu lebih kamu pilih?

Sekarang aku tanya sama kamu? apa orang yang lebih kamu pilih itu peduli sama kamu? masih berhubungan? kalo iya syukur deh, Semoga kalian bisa bersama. Selamat ya angka Satu dan angka Nol yang selalu ditakdirkan bersama untuk sebuah kesempurnaan.

Aku yang akan mundur jika dia memang mempunyai perasaan padamu. aku yang akan mundur, karena aku tau kamu tak ingin ada disebelahku. aku yang akan mundur karena aku lelah mencoba mengerti jalan pikiranmu yang plin-plan itu.

Karena rasa sakit itu, mungkin aku takkan pernah bisa bercengkerama dengan dia. setiap kali aku melihatnya selalu terbayang bagaimana kedekatan kalian, bagaimana aku menahan sakitku dulu. terimakasih kamu yang buat aku menjadi wanita yang tangguh.

Setelah semua yang kamu lakukan itu padaku, kamu kembali lagi, jika aku bermain dengan perasan, mungkin aku masih mau menerimamu, karena hati ini masih milikmu. Tapi logikaku tak berkata begitu, ia selalu bertentangan dengan perasaanku. Logika telah mengalahkan perasaan. logika dan perasaan tak pernah jalan beriringan.

Bukan karena kamu sakit, sehingga aku berfikiran seperti itu. tapi karena aku takut, kamu akan melakukan hal yang sama kepadaku. aku takut kamu lebih memilih organisasimu atau tahtamu (lagi). maaf, aku manusia yang penuh dengan ketakutan. Terimaksih untuk kisah piluku.. terimakasih untuk sedikit kebahagiaan yang pernah kita ukir.

Komentar

Postingan Populer